Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Di 2 Pulau Ini Kita Bisa Melihat Masa Depan dan Masa Lalu

Di 2 Pulau Ini Kita Bisa Melihat Masa Depan dan Masa Lalu

Kepulauan Diomede adalah sepasang pulau berbatu yang terletak di tengah-tengah Selat Bering antara daratan Alaska dan Siberia. Meskipun kedua pulau hanya terpisah sejauh 3,8 km dan jelas berada dalam satu kelompok pulau, namun, seperti yang dikutip dari Alam Mengembang Jadi Guru, mereka dipisahkan oleh garis Penanggalan Internasional yang juga menandai perbatasan internasional antara Rusia dan Amerika Serikat.
Diomede Besar (Big Diomede) dimiliki oleh Rusia dan Diomede Kecil (Little Diomede) dimiliki oleh Amerika Serikat. Selain itu, Diomede Besar adalah 23 jam lebih dahulu dari Diomede Kecil berkat Garis Penanggalan Internasional yang lewat di antara mereka, karena itu mereka kadang-kadang disebut Pulau Esok (Tomorrow Island) dan Pulau Kemarin (Yesterday Isle).

Jadi, ketika warga Diomede Kecil melihat ke seberang selat pada Diomede Besar, mereka tidak hanya melihat negara lain, mereka juga “melihat ke hari esok”, misalnya, ketika Sabtu pukul 9 pagi pada Diomede kecil, waktu ini adalah 6 pagi hari Minggu pada Diomede Besar. Di Diomede Kecil telah didirikan sebuah Kamera yang mengarah ke selat. Pengunjung dapat mengontrol kamera, sehingga dapat melihat lebih jelas dari sisi ke sisi pulau Diomede Besar, yang artinya sama saja dengan melihat masa depan!
Kedua pulau yang datar atasnya dan curam di sisi-sisinya sangat terisolasi dengan laut yang ganas, serta oleh kabut yang bertahan lama yang menyelimuti pulau-pulau di daerah ini selama bulan-bulan hangat. Selama musim dingin yang membeku, kadang-kadang bongkahan es menyumbat di perairan terbuka membentuk jembatan es yang menghubungkan dua pulau. Pada saat seperti itu orang-orang disana praktis dapat berjalan antara Amerika Serikat dan Rusia. Tentu saja, ini hanya dalam teori. Menyeberangi Selat Bering tidak diizinkan secara hukum.

Pulau-pulau ini awalnya dihuni oleh Eskimo Yupik selama 3.000 tahun yang lalu. Orang Eropa pertama yang mencapai pulau-pulau ini adalah penjelajah Rusia Semyon Dezhnyov pada tahun 1648. Delapan puluh tahun kemudian, ia kembali ditemukan oleh navigator Denmark Vitus Bering pada tanggal 16 Agustus 1728, hari di mana Gereja Ortodoks Rusia merayakan peringatan St Diomede.
Ketika Amerika Serikat membeli Alaska dari Rusia pada tahun 1867, itu termasuk pulau Diomede Kecil. Batas baru ditarik antara Kepulauan Diomede dan pulau Diomede Besar masih menjadi milik Rusia.
Sementara pulau Diomede kecil berkembang menjadi sebuah komunitas kecil terdiri dari sekitar 75 orang, dengan gereja dan sekolah, pulau Diomede Besar menjadi pangkalan militer Rusia. Setelah Perang Dunia II penduduk pribumi dilarang mendekati atau melintasi perbatasan, dan setiap penduduk Diomede Kecil yang tersesat di perairan yang terlalu dekat dengan Diomede Besar, akan ditangkap oleh Rusia. Hari ini, Diomede Besar tidak memiliki populasi permanen tetapi menjadi situs dari sebuah stasiun cuaca Rusia dan basis pasukan penjaga perbatasan Rusia.
Eskimo di Diomede Kecil hidup dengan memanen ikan dan kepiting, berburu paus beluga, walrus, anjing laut dan beruang kutub. Sebagian besar pasokan berasal dari pengiriman tongkang tahunan atau pesawat kecil da heli dari daratan utama yang membawa pasokan dari toko-toko seperti Wal-Mart. Beberapa warga bekerja untuk pemerintah daerah atau sekolah. Ada beberapa penangkapan ikan komersial dan pertambangan di pulau itu, namun kedua industri ini saat ini sedang lesu.

Desa Inalik, di pantai barat Pulau Diomede Kecil, Alaska

0 Tujuan Wisata Dengan Fenomena Alam yang Ekstrim

0 Tujuan Wisata Dengan Fenomena Alam yang Ekstrim
Siapa sangka fenomena alam paling ekstrem bisa menjadi tempat wisata yang menarik. Jika Anda salah satu yang meminatinya, inilah 10 fenomena alam paling ekstrem di dunia yang menarik untuk diamati. Berikut adalah 10 fenomena alam paling buruk yang pernah terjadi di dunia yang dikutip dari berjambang.blogspot.com dan mungkin bisa Anda rasakan saat berkunjung ke sana:

1. Temperatur yang sangat rendah

Apa yang Anda bayangkan saat liburan ke suatu daerah, tiba -tiba terjadi perubahan suhu yang sangat ekstrem? Tentu mengerikan. Tapi semua ini bisa Anda temui saat liburan ke Antartika.Kawasan yang juga biasa disebut kutub selatan ini ternyata pernah mengalami perubahan cuaca yang cukup ekstrem, yaitu mencapai -89,2 derajat Celcius pada 21 Juli 1983. Ya, Anda tidak salah baca, suhu ini dihitung dengan derajat Celcius, bukan Fahrenheit.Mau tahu penyebabnya apa? Tidak adanya radiasi Matahari, langit yang bersih, udara stabil sepanjang waktu yang menjadi penyebab utamanya. Meski ini terjadi pada tahun 1983, tidak ada salahnya Anda berhati-hati dan menyiapkan pakaian dingin sebelum bepergian ke Antartika.


2. Hujan terderas hanya dalam 1 menit

Fenomena unik ini memang pernah terjadi di Maryland, AS pada 4 Juli 1956. Saat itu sebuah hujan yang sangat deras dengan debit sekitar 31,2 milimeter turun hanya dalam satu menit. Wow!Sebagai perbandingan, di Hong Kong saja, daerah yang masuk dalam kawasan sub tropis pernah mengalami hujan paling deras hanya sekitar 70 milimeter dalam 1 jam, bukan 1 menit.


3. Hujan es

Hujan es yang sangat deras layaknya hujan air ternyata pernah dialami Bangladesh. Rasa ngeri dan takut bercampur jadi satu saat tragedi yang terjadi 14 April 1986 ini menimpa warga Bangladesh.Betapa tidak, hujan deras ini menurunkan sebuah batu es seberat 1,02 kg. Aduh! Akibat dari hujan batu es yang deras ini, sekitar 92 orang tewas.


4. Hujan deras yang turun selama 24 jam


Kalau Maryland di AS mengalami hujan super deras hanya dalam waktu 1 menit, Foc – foc, sebuah pulau di Samudera Hindia malah mengalaminya selama 24 jam. Hujan ini turun sebanyak 1.825 meter mulai 7 – 8 Januari 1966.


5. Kekeringan terpanjang

Fenomena ekstrem lain yang harus Anda waspadai adalah kekeringan. Kekeringan terpanjang ternyata pernah dialami Arica di Chili selama 14 tahun. Hah?Ya, kekeringan ini dimulai Oktober 1903 – Januari 1918. Jika dihitung, kekeringan terjadi selama 173 bulan. Saat itu, tidak ada hujan setetes pun yang turun di Arica. Kejadian ini pun dinyatakan sebagai periode kekeringan terpanjang sepanjang sejarah.


6. Geyser dengan air dingin tertinggi

Geyser umumnya memancarkan air panas, tapi tidak dengan geyser yang ada di Andernach, Jerman. Geyser di tempat ini memancarkan air dingin. Tak tanggung-tanggung, pancuran air dingin yang muncul pada 19 September 2002 ini mencapai ketinggian 61,5 meter.


7. Jalanan terdingin

Saat traveling ke Rusia jangan lupa untuk singgah di Jalan Tol Kolyma. Ini adalah salah satu tempat terdingin di dunia. Jika diukur, suhu Jalan Tol Kolyma mencapai -67,7 derajat Celcius.


8. Dataran es non kutub terbesar

Tak perlu jauh-jauh ke kutub selatan untuk melihat dataran es yang luas, ternyata Kanada juga punya. Negara ini memiliki dataran es yang sangat besar, bahkan dianggap yang paling besar di dunia di luar Antartika.Adalah Yukon Territoy di Kanada yang memiliki dataran es non kutub terbesar. Berada di dalam Taman Nasional Kluane, dataran es ini memiliki luas hingga 21.980 km2.


9. Gurun terbesar

Mungkin yang terlintas di pikiran Anda gurun terbesar di dunia adalah Sahara. Ternyata tidak. Gurun terbesar ternyata ada di Antartika.Guinness World Records mencatat gurun terbesar adalah gurun es di Antartika, yang memiliki luas hingga 14 juta km2. Gurun es di Antartika mengalahkan Gurun Panas Sahara yang memiliki luas hanya 9,1 juta km2.


10. Desa paling dingin

Mau tahu wilayah berpenduduk dengan temperatur paling rendah di dunia? Desa Oymyakon di Siberia, Rusia jawabannya.Berada di sana, Anda bisa merasakan bagaimana tinggal di desa dengan suhu mencapai minus puluhan derajat Celcius. Bahkan, pada tahun 1933 suhu desa ini pernah turun hingga -68 derajat Celcius. Suhu di Oymyakon ini pun menjadi rekor tempat dengan suhu terdingin di luar Antartika.

5 Sumur Alami Terindah di Dunia

5 Sumur Alami Terindah di Dunia

Tuhan menunjukkan kuasa-Nya melalui berbagai cara. Kecanggihan teknologi yang mempermudah hidup kita, bahkan keindahan sederhana yang kita jumpai setiap hari pun merupakan wujud dari kebesaran-Nya.
Tetapi, terkadang Tuhan ingin mengingatkan kita betapa Dia mampu menciptakan hal-hal paling indah dan menakjubkan di muka bumi. Seperti yang dikutip dari merdeka.com, Lima sumur alami ini merupakan beberapa di antaranya.

1. Jacobs Well

Jacob’s Well atau ‘sumur Jacob’ adalah lubang patahan (sink hole) yang menjadi bagian dari sistem gua bawah air di Texas. Letaknya di Wimberley, Amerika Serikat.
Jacob’s Well adalah salah satu tempat menyelam paling menakjubkan di Amerika Serikat, juga yang paling mematikan. Dilaporkan Oddity Central, kabarnya sumur ini telah merenggut nyawa lebih dari delapan penyelam.
Dengan diameter 4 meter dan kedalaman 10 meter, airnya yang tenang tampak memikat. Tetapi gua bawah air di Jacob’s Well merupakan labirin mematikan yang menyesatkan penyelam hingga kehabisan oksigen.
Gua-gua tersebut sebenarnya memiliki pemandangan yang indah. Sinar matahari yang cukup menjadikannya tempat tinggal ideal bagi berbagai jenis ganggang dan hewan air. Wisatawan pun gemar berenang di sana. Tetapi hati-hati saat menyelami kedalamannya. Di sana banyak terdapat cerobong palsu yang tampak seperti jalan keluar, namun justru menjebak penyelam.

2. Thors Well

Di pantai Cape Perpetua, Oregon, Amerika Serikat terdapat sebuah fenomena alam menakjubkan yang jadi buruan para fotografer. Namanya Thor’s Well.
Menurut situs Atlas Obscura, Thor’s Well yang berarti ‘sumur Thor’ ini sejatinya merupakan lubang patahan (sinkhole) biasa, sama halnya Dean’s Blue Hole atau Belize Great Blue Hole. Tetapi yang menjadikan sinkhole satu ini luar biasa adalah penampakannya yang seperti air terjun laut dalam dongeng. Thor’s Well tampak paling menakjubkan saat ombak pasang atau badai. Ketika ombak menerjang dan memenuhi sumur dengan air asin, alirannya tampak seperti air terjun laut. Selengkapnya dapat dibaca disini

3. Cenote Ik Kil

Cenote Ik Kil adalah serangkaian sinkhole yang terbentuk secara alami. Lubang ini kemudian terisi curahan air dari air terjun di dekatnya dan menjadi sebuah danau tertutup dengan air berwarna biru jernih yang cantik. Jaraknya hanya 3 kilometer dari situs Chichen Itza. Lebarnya mencapai 196 kaki dan kedalaman airnya 130 kaki. Masyarakat sekitar menamakannya ‘Cenote biru yang sakral’. Sebab sejak zaman peradaban Maya tempat ini digunakan sebagai penanda waktu dan diyakini sebagai pintu masuk ke alam roh. Selengkapnya baca disini

4. Bimmah

Bimmah terletak di The Hawiyat Najm Park, Oman. Lebarnya hanya 40 meter, dengan kedalaman 20 meter. Tersembunyi di balik tebing padas yang gersang, sumur ini bagaikan oasis yang diteteskan dari langit. Bimmah dikenal karena keindahan airnya yang berwarna biru kehijauan. Di sana juga hidup sekumpulan ikan kecil yang gemar berkumpul di sekitar kaki pengunjung.

5. Zacaton

Zacaton adalah sinkhole berisi air hangat yang berada di timur laut Tamaulipas, Meksiko. Sumur ini juga dikenal sebagai sinkhole berisi air terdalam di dunia, dengan kedalaman air mencapai 319 meter. Menurut situs Wondermondo, air zacaton sekaligus menjadi habitat bagi mikroorganisme dan pulau-pulau terapung berukuran mungil.

Anggrek-Anggrek yang Mirip Binatang

Anggrek-Anggrek yang Mirip Binatang

Jika anda menyukai anggrek dan juga menyukai binatang yang lucu, maka anda akan menyukai artikel yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com ini, karena disini diketengahkan anggrek-anggrek yang mirip dengan binatang …

Anggrek Monyet (Dracula simia)

Anggrek monyet adalah salah satu jenis anggrek yang bunganya mirip dengan wajah monyet. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Dracula simia yang dinamai oleh seorang ahli botani Luer pada tahun 1978. Anggrek langka ini hanya tumbuh di hutan awan tenggara Ekuador dan Peru pada ketinggian 1.000-2.000 meter di lereng pegunungan. Nama ilmiah, “simia” mengacu pada wajah monyet dan “Dracula” mengacu pada dua taji panjang yang menggantung ke bawah, hampir seperti taring. Yang membuat bunga ini lebih keren lagi adalah bahwa baunya seperti jeruk matang ketika sepenuhnya mengembang. Luar biasa!

Anggrek Lebah (Ophrys apifera)

Anggrek yang luar biasa ini disebut Bee Orchid atau Anggrek Lebah (Ophrys apifera). Ia menyerupai tawon betina yang mengunjungi bunga merah muda untuk menarik perhatian lebah jantan. Lebah jantan yang berpikir bahwa ini adalah betina jenis mereka, segera mencoba untuk kawin dengannya (pseudokopulasi). Dalam proses ini lebah jantan akan terlumuri oleh tepung sari anggrek yang akhirnya menyebar saat mereka terbang dan melakukan penyerbukan bunga lainnya. Anda dapat menemukan anggrek menakjubkan ini berserakan Inggris, Irlandia, dan Wales.

Anggrek Kepala Burung (Phalaenopsis sp.)


Pink Moth Orchid (Phalaenopsis sp.) benar-benar cantik dan luar biasa keren karena anggrek ini tampak seperti memiliki kepala burung kecil yang menjaga nektar pada bunga. Ini sangat well-formed sehingga hampir terlihat seperti anak burung kecil jatuh ke bunga dan terjebak di sana. AMJG tidak tahu pasti mengapa anggrek terlihat seperti ini, tapi ini memang anggrek kecil yang lucu.

Anggrek Holy Spirit (Peristeria elata)

Mirip dengan anggrek Pink Moth diatas, ini adalah anggrek Roh Kudus atau Holy Spirit Orchid (Peristeria elata) yang juga memiliki makhluk kecil yang tersembunyi di dalamnya, meskipun bukan hanya kepala, tapi seluruh burung! Seekor merpati tepatnya, yang membuat bunga ini memberi kesan damai, bukankah begitu?

Anggrek Bangau Putih (Pecteilies radiata)

Anggrek yang elegan ini disebut White Egret Orchid (Habenaria radiata) karena terlihat seperti sebuah … White Egret (burung bangau putih)! Bunga tampak seperti burung yang mengembangkan bulu putih lembutnya, bersiap-siap untuk lepas landas. Lihatlah, betapa miripnya bunga-bunga ini dengan burung putih.

Flying Duck Orchid (Caleana major)

Anggrek Bebek Terbang atau Flying Duck Orchid (Caleana major)adalah anggrek kecil, sekitar 50 cm, yang tumbuh di Australia timur dan selatan. Ini adalah bunga yang tampak seperti bebek jantan yang sedang terbang! Penyerbukan anggrek ini juga dilakukan dengan cara pseudokopulasi oleh lalat gergaji (sawfly)

Anggrek Naked Man (Orchis italica dan Orchis simia)

Memang nama Anggrek ini terlalu vulgar, tapi itu tidak benar-benar menyesatkan. Anggrek ini mungkin akan mengetuk hati anda untuk memberikannya pakaian … hehehe. Tapi tampaknya anggrek ini lebih tepat disebut anggrek Alien, karena mirip alien meskipun ini adalah alien yang sangat kecil, jadi tidak perlu khawatir dengan invasinya … :)  Anggrek ini umumnya ditemukan di Mediterania

Anggrek Lalat (Ophrys insectifera)

Anggrek ini tidak hanya terlihat seperti lalat, tapi mereka benar-benar membutuhkan lalat. Anggrek ini menghasilkan feromon yang mirip dengan lalat betina sehingga lalat jantan akan tertarik kepadanya dan akan membawa serbuk sari ke bunga lain saat lalat tersebut terbang ke bunga lain dan juga saat lalat jantan kawin dengan lalat betina. Ya, anggrek ini memang bersedia menjadi pihak ketiga dalam hubungan lalat! …. hehehe. Anggrek Lalat adalah endemik di tanah yang kaya Alkaline di Eropa.

10 Kawah Vulkanik yang Unik di Dunia

10 Kawah Vulkanik yang Unik di Dunia

Kawah dari gunung berapi punah dan gunung berapi pasif, adalah depresi melingkar di tanah yang disebabkan oleh aktivitas vulkanis kuno. Kawah ini biasanya sebuah basin, melingkar dalam bentuk di mana terdapat vent. Karena ketidakaktifannya kawah-kawah ini sebagian besar mengalami banyak perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor atmosfer dan manusia.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Kerucut vulkanik yang tidak biasa dan indah, jejak aktivitas manusia, vegetasi subur dan danau kawah yang berwarna-warni adalah alasan utama mengapa banyak wisatawan mengunjungi tujuan yang luar biasa ini.

1. Diamond Head, Hawaii, USA

Diamond Head adalah nama kerucut tuf vulkanik di pulau Hawaii Oahu. Namanya diberikan oleh pelaut Inggris di abad ke-19, yang mengira kristal kalsit tertanam dalam batu sebagai berlian. Kawah ini merupakan ciri dari pandangan yang telah sangat dikenal oleh warga dan wisatawan di Waikiki.
Kerucut vulkanik tuff adalah US State Monument. Sementara sebagian dari daerah ini berfungsi sebagai platform untuk antena yang digunakan oleh pemerintah AS dan ditutup untuk umum, kedekatan kawah tersebut dengan hotel resort Honolulu dan pantai membuat sebagian lainnya menjadi tujuan wisata yang populer.
Interiornya adalah rumah bagi Fort Ruger, sebuah reservasi militer pertama Amerika Serikat di Hawaii. Hanya fasilitas Garda Nasional yang berada di kawah. Sebuah pusat kontrol lalu lintas udara FAA pernah beroperasi dari tahun 1963 sampai tahun 2001. Selengkapnya baca disini

2. Kelimutu, Indonesia

Kelimutu adalah gunung berapi, dekat kota kecil Moni di pusat Pulau Flores di Indonesia. Gunung berapi ini berisi tiga danau kawah puncak yang mencolok dengan berbagai warna. Tiwu Ata Mbupu (Danau Orang Tua) biasanya biru dan merupakan paling barat dari tiga danau. Dua danau lainnya, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan Tiwu Ata Polo dipisahkan oleh dinding kawah bersama dan biasanya masing-maing berwarna hijau atau merah. Warna danau bervariasi secara periodik. Fumarol yang terhubung dgn dasar laut adalah kemungkinan penyebab dari upwelling aktif yang terjadi di dua danau Timur. Baca Juga danau danau Unik di indonesia disini

3. Kawah di Rocas Bainbridge, Kepulauan Galapagos, Ekuador

Islet (pulau kecil) yang indah ini terletak di Rocas Bainbridge – rantai kerucut vulkanik lepas pantai tenggara Pulau Santiago, Galapagos. Danau Turquoise yang terletak di kawah gunung berapi punah ini adalah sebuah danau air asin yang dangkal. Ini adalah tempat pertemuan bagi sejumlah besar flamingo, yang datang ke sini untuk makan.

4. Xico, Meksiko

Gunung berapi Xico duduk di ujung selatan ekstrim dari megalopolis Mexico City. Pada suatu masa, daerah ini berada di bawah air, tenggelam oleh Danau Chalco. Danau mulai mengering di tahun 1300-an, dan nelayan Aztec menetap di sepanjang tepi danau. Pada abad kesembilan belas, pemerintah menguras seluruh danau, para nelayan diberikan hibah tanah ulayat dan diajarkan cara bertani menjadi petani. Pertanian menjadi intensif di tahun 1970-an, ketika agriculturists dan petani putus asa yang tak bertanah merebut tanah vulkanik yang kaya ini. Ribuan dan ribuan keluarga dituangkan berdatangan ke wilayah ini, berharap untuk bekerja. Petani memanjat tepi gunung berapi dan bidang di dalam kawah, dibajak. Kota Xico berkembang sampai ke kawah Xico, dan tampaknya akan segera menelannya, pada tahun 2005, penduduk kota itu 330.000 jiwa.

5. Molokini, Hawaii, USA

Molokini adalah kawah gunung berapi berbentuk bulan sabit yang sebagian tenggelam dan membentuk pulau kecil yang terletak di Channel Alalakeiki antara Pulau Maui dan Kahoolawe, bagian dari Maui County di Hawaii. Memiliki luas wilayah 23 hektar (93.169 meter persegi), diameter sekitar 0,4 mil (0,6 km), dan terletak sekitar 2,5 mil (4,0 km) barat dari Makena State Park dan selatan Maalaea Bay. Ini adalah tujuan wisata populer untuk scuba diving, snuba dan snorkeling. Selengkapnya Baca Disini

6. Seongsan Ilchulbong, Korea Selatan

Seongsan Ilchulbong, juga disebut ‘Sunrise Puncak’, merupakan kerucut tuff archetypal yang terbentuk oleh letusan hydrovolcanic pada dasar laut yang dangkal sekitar 4 ribu tahun yang lalu. Terletak di pesisir timur Pulau Jeju dan dikatakan menyerupai kastil kuno raksasa, ini adalah kerucut tuff setinggi 182 (600 ft), memiliki kawah seperti mangkuk diawetkan dan juga menampilkan struktur dalam yang beragam. Fitur-fitur ini dianggap bernilai geologis, memberikan informasi mengenai proses letusan gunung berapi dan pengendapan hydromagmatic di seluruh dunia serta aktivitas gunung berapi masa lalu Seongsan Ilchulbong sendiri. Kawah gunung berapi ini memiliki vegetasi subur dan merupakan rumah bagi 6 spesies tanaman langka.

7. Nabiyotum Crater, Kenya

Kawah Nabiyotum terletak di bagian selatan Danau Turkana di Kenya – danau alkali terbesar di dunia. Karena penampilan yang indah dan tidak biasa, kawah ini merupakan keajaiban geologi dari danau.

8. Aogashima, Jepang

Aogashima adalah sebuah pulau vulkanik Jepang di Laut Filipina, dikelola oleh Tokyo dan terletak sekitar 358 kilometer (222 mil) selatan Tokyo. Ini adalah pulau berpenghuni selatan dan paling terisolasi di kepulauan Izu. Daya tarik terbesar adalah gunung berapi ganda Aogashima. Pulau itu sendiri adalah kawah gunung berapi raksasa, dan dalam kawah ada gunung berapi lain, yang lebih kecil. Aogashima adalah pulau vulkanik sepanjang 3,5 km (2,2 mil) dengan lebar maksimum 2,5 km (1,55 mil). Pulau ini dikelilingi oleh tebing terjal sangat curam dari deposito vulkanik berlapis. Pantai selatan nya juga naik ke punggung bukit yang tajam membentuk salah satu tepi kaldera bernama Ikenosawa dengan diameter 1,5 km (0,9 mil). Kaldera mendominasi pulau, dengan satu titik di punggungan selatan, Otonbu dengan ketinggian 423 meter (1.388 kaki), sebagai titik pulau tertinggi. Kaldera ini ditempati oleh kerucut sekunder bernama Maruyama. Baca Juga disini

9. Santa Margarida Volcano, Spanyol

Gunung berapi Santa Margarida adalah gunung berapi di Comarca Garrotxa, Catalonia, Spanyol. Gunung berapi ini memiliki perimeter 2 kilometer (1,25 mil) dan ketinggian 682 meter (2,240 ft) dan merupakan bagian dari Taman Nasional Garrotxa Volcanic Zone. Pertapaan Santa Margarida, yang namanya menjadi nama gunung ini, berada di dalam kawah gunung berapi. Bangunan ini dihancurkan pada tahun 1428 saat gempa Catalonia 1428 dan dibangun kembali pada tahun 1865.

10. Koko Crater, Hawaii, USA

Koko Crater adalah kerucut cinder besar yang secara visual mendominasi daerah Koko Head – Tanjung yang mendefinisikan sisi timur Maunalua Bay sepanjang sisi tenggara Pulau Oahu di Hawaii. Dalam kawah adalah kandang kuda dan Koko Crater Botanical Garden yang mengkhususkan diri pada tanaman kaktus dan succulents. Botanical garden memiliki luas 60 hektar. Iklim yang panas dan kering di sini membuat taman ini menjadi lokasi yang ideal untuk koleksi lahan kering dari Botanical Gardens Honolulu.

8 Danau Terunik di Indonesia

8 Danau Terunik di Indonesia

Inilah Bukti Kekayaan Indonesia. Delapan Buah Danau ini, seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, sulit dicari tandingannya di dunia karena keunikannya, dan wajib berada dalam daftar tempat-tempat yang akan anda kunjungi …

Danau Diatas dan Danau Dibawah

Terletak di pinggir jalan raya Padang-Muaralabuh-Kerinci, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di kawasan ini terdapat dua danau yaitu danau yang bernama Danau di Atas dan danau yang bernama Danau di Bawah.
Jika dari Pasar Simpang, di sini ada dua simpang, simpang di kanan dengan jalan menurun merupakan jalan ke Danau Diatas, di mana danaunya terlihat dengan jelas karena berada di bawah.
Sedangkan simpang lainnya yang berada di kiri merupakan jalan mendaki. Jalan ini menuju Danau Dibawah. Nama kedua danau yang kontradiktif dengan lokasinya ini, sering membuat pengunjung bertanya, kenapa danau yang terletak di atas bukit dinamakan Danau Dibawah, sedangkan yang berada di bawah bukit atau di bawah jalan dinamakan Danau Diatas.
Itu karena meski terletak di atas bukit, ketinggian permukaan air Danau Dibawah sama tingginya dengan dasar danau Danau Diatas.
Danau Diatas dengan luas 17,20 meter persegi, panjang 6,25 km dan lebar 2,75 km, permukaan airnya berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (m dpl). Danau ini cukup dangkal, dengan bagian terdalam hanya 44 meter.
Sedangkan permukaan air Danau Dibawah berada pada ketinggian 1.566 mdpl. Artinya, permukaan airnya sama tinggi dengan dasar air Danau Diatas. Namun, danau yang memiliki luas 16.90 meter persegi, panjang 5,62 km dan lebar 3,00 km ini sangat dalam, yaitu 886 meter.
Danau ini juga disebut sebagai kawasan Danau Kembar karena kedua danau terletak berdampingan yang jaraknya hanya sekitar 300 meter. Kita bisa membuktikan kemiripan kedua danau dengan menaiki puncak bukit di antara Danau di Atas dan Danau di Bawah. Bukit tersebut masih bagian dari Bukit Barisan. Untuk berkeliling Danau di Atas, wisatawan bisa ikut kapal motor antar nagari yang biasa digunakan petani setempat. Tapi untuk Danau di Bawah, wisatawan tidak bisa berkeliling naik kapal.

Danau Pagaralam

Danau yang satu ini lain daripada yang lain. Bila biasanya air danau berwarna jernih, hijau atau biru maka di Danau Pagaralam ini airnya berwarna merah darah. Danau Pagaralam berlokasi di perbukitan Raje Mandare, di perbatasan antara Kota Pagaralam dan Kaur, Propinsi Bengkulu.
Danau seluas 6 hektar ini ditemukan pada tahun 2010 oleh masyarakat sekitar dan sempat membuat heboh karena warna airnya yang tak biasa itu. Ada hal unik mengenai air danau ini. Walau berwarna merah darah, namun saat kita mengambil airnya dengan tangan atau wadah maka airnya berwarna seperti air pada umumnya. Menurut warga sekitar, pada malam hari di lokasi sekitar danau ini akan tercium aroma pandan.
Keunikan lain yang ditawarkan Danau Pagaralam tidak hanya sebatas itu. Satwa yang ada di sekitar Danau Pagaralam pun juga mempunyai keunikan tersendiri, seperti ditemukannya kelabang raksasa dengan lebar 30 cm dan panjang 50 cm, kerbau memiliki sarang lebah di telinganya, beberapa burung terlihat memiliki ukuran yang cukup besar. Walaupun mempunyai penampakan yang tidak lazim, namun hewan-hewan tersebut tampak jinak.
Di sekitar danau terdapat banyak sisa-sisa bangunan yang diyakini sebagai sisa candi dari sebuah kerajaan di masa lampau. Hingga saat ini masih berlanjut penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog mengenai hal tersebut.
Keberadaan obyek wisata yang menawarkan keunikan dan kemistisan ini patut kamu kunjungi bagi kamu yang menyukai tantangan. Kenapa? Karena lokasi Danau Pagaralam tergolong sangat sulit ditempuh. Persiapkan fisik dan perlengkapan sebelum menuju Danau Pagaralam. Sebaiknya membawa rekan yang berpengalaman dalam menjelajah hutan jika kamu sama sekali belum berpengalaman dalam menjelajah hutan karena untuk mencapai Danau Pagaralam kamu harus menyusuri hutan yang panjang.

Danau Kakaban

Danau Kakaban, adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau.
Karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, air danau ini kemudian menjadi lebih tawar dibandingkan laut yang ada di sekitarnya. Perubahan ini berdampak juga pada adaptasi fauna laut yang ada di dalam danau itu. Ubur-ubur misalnya, karena terbatasnya makanan, akhirnya beradaptasi dengan melakukan simbiose mutualistis dengan algae. Algae adalah penghasil makanan dan harus memasak makanan dengan bantuan sinar matahari. Selama ribuan tahun danau di tengah laut ini tentu saja menciptakan suatu ekosistem tersendiri yang sangat unik. Danau kakaban saat ini merupakan habitat dari empat spesies ubur-ubur yang tidak menyengat. Nah, satu-satunya tempat dengan spesies ubur-ubur serupa di bumi adalah di Palau, Kepulauan Micronesia.

Danau Labuan Cermin

Danau Labuan Cermin terletak dekat dengan desa Batu Putih, kecamatan Biduk-biduk, Berau Kalimantan Timur. Danau ini memiliki pemandangan alam yang indah dan suasana yang masih alami, dengan airnya yang begitu biru, mengkilap seperti cermin, tak heran danau ini juga disebut Mirror Lake karena orang dapat melihat refleksi di atasnya.
Hal yang membuat danau Labuan Cermin berbeda dari danau kebanyakan adalah bahwa danau ini memiliki dua jenis air, yaitu air tawar dan air asin, dan kedua jenis air ini tidak bercampur. Inilah yang dikenal dengan fenomena Haloklin. Tidak hanya itu, dua jenis organisme air juga hidup di Danau ini.

Ikan air tawar hidup di permukaan Danau sedangkan ikan air asin hidup di dasar danau, karena kedua jenis air tidak bercampur. Batas air laut dan air tawar ini terlihat seperti awan lapisan di dalam danau. Lapisan yang seperti lumpur putih di danau diduga hasil dari dekomposisi organisme yang terjebak. Ketebalan lapisan air tawar dan air asin dapat berubah sesuai dengan pasang surut air laut.
Tapi pesona dan keindahan yang terletak di Labuan Cermin, kini mulai terganggu dengan kegiatan logging di sekitar danau yang mulai mengganggu kehidupan ekosistem dan kualitas air di lokasi.

Danau Satonda

Danau Satonda terletak di tengah pulau Satonda dan termasuk wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Dua ilmuwan Eropa bernama Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak meneliti Danau Satonda pada tahun 1984, 1989 dan 1996. Hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa Satonda adalah fenomena langka karena airnya yang asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi dibandingkan air laut umumnya. Keduanya berpendapat, basin Satonda muncul bersamaan dengan terbentuknya kawah tua yang berumur lebih dari 10.000 tahun lalu.

Berkaitan efek letusan Gunung Tambora, keberadaan danau air asin di kawah Satonda adalah salah satu dampak yang unik dan menarik untuk dikaji. Kawah Satonda menyerupai angka delapan dengan diameter masing-masing 950 meter (sebelah Selatan) dan 400 meter (sebelah Timur). Danau purba ini terbentuk dari letusan Gunung Satonda beribu-ribu tahun lalu. Gunung api Satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora, atau tumbuh bersamaan dengan beberapa gunung api parasit yang tersebar di sekeliling Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya terisi air tawar; letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini

Danau Sentarum

Danau unik atau aneh lainnya adalah Danau Sentarum. Danau ini terletak di sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju Laut China Selatan. Sebenarnya danau ini adalah daerah hamparan banjir (lebak lebung /floodplain). Karena letaknya berada di tengah-tengah jajaran pegunungan, kawasan ini menjadi daerah tangkapan hujan.
Danau Sentarum merupakan danau musiman. Saat musim penghujan Komplek Danau Sentarum akan terendam air akibat aliran air dari pegunungan di sekelilingnya dan dari luapan Sungai Kapuas. Tapi saat musim kemarau, Danau Sentarum menjadi hamparan kering dan terkadang ditumbuhi rumput seperti padang golf. Danau atau padang?

Danau Kelimutu

Taman Nasional Kelimutu merupakan taman nasional terkecil dari enam taman nasional di Bali dan Nusa Tenggara. Akan tetapi, ukuranya tidak begitu penting ketika Anda menyaksikan keindahan alam yang ditawarkan taman nasional ini. Di sini terdapat tiga danau yang terletak di puncak Gunung Kelimutu, ketiga danau tersebut memiliki nama yang sama dan popular dikenal sebagai Danau kelimutu. Setiap danau memiliki warna dan arti masing-masing. Ketiga danau itu diyakini merupakan tempat bersemayamnya roh-roh dan juga diyakini memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Ada danau-danau lain di dunia ini yang airnya dapat berubah warna, namun semuanya dapat diprediksi. Sedangkan perubahan warna air Danau Kelimutu tidak dapat diprediksi. Kadang-kadang, warnanya bisa biru, hijau dan hitam dan lain waktu bisa berwarna putih, merah dan biru dan beberapa waktu yang lalu berwarna coklat tua.
Secara ilmiah perubahan warna Danau Kelimutu merupakan faktor kandungan mineral, lumut dan batu-batuan di dalam kawah dan juga pengaruh cahaya Matahari. Para ilmuwan yakin bahwa danau ini terbentuk dari erupsi gunung vulkanik pada zaman purba. Fenomena ini telah menarik perhatian para ahli geologi karena keberadaan danau yang memiliki tiga warna yang berbeda namun berada di gunung yang sama ini. Masyarakat lokal di Moni, yakin bahwa orang-orang yang tinggal di sekitar danau telah berbuat jahat dan meninggal.